Senin, 02 Mei 2016

PROSES KEMATIAN MAKHLUK HIDUP


Semua yang hidup pasti akan mati. Seperti apa proses kematian yang nantinya akan dialami oleh setiap makhluk hidup?

Tidak mudah memang memprediksikan secara tepat kapan seseorang akan meninggal. Kematian itu sendiri bisa disebabkan sakit, kecelakaan atau sebab lainnya.

Pada kondisi normal seperti orang sakit biasanya seseorang akan menunjukkan gejala yang mengindikasikan bahwa hidupnya akan segera berakhir beberapa minggu lagi seperti dikutip dari Mayoclinic yaitu:

1. Merasa gelisah.Seseorang akan merasa tidak tenang serta sulit tidur, selain     itu dia akan seringkali mengganti posisi saat tidur karena perasaan gelisah.
2. Menarik diri.Seseorang tidak ingin lagi terlibat dalam aktifitas sosial             ataupun melakukan kegiatan favoritnya.
3. Sering mengantuk.Seseorang akan menghabiskan lebih banyak waktunya     untuk tidur.
4. Kehilangan nafsu makan.Seseorang hanya akan makan dan minum dalam     jumlah sedikit dan berbeda dari biasanya.
5. Mengalami jeda saat bernapas.Hal ini biasanya terjadi saat seseorang           sedang tidur ataupun terjaga.
6. Luka yang sulit sembuh.Luka atau infeksi yang dialami mengalami               kesulitan untuk disembuhkan.
7. Pembengkakan.Pada beberapa orang terjadi pembengkakan di daerah             tangan, kaki atau bagian tubuh lain.


Proses sekarat mulai terjadi ketika tubuh tidak bisa mendapatkan asupan oksigen yang diperlukan untuk bisa bertahan hidup. Sel yang berbeda akan memiliki kecepatan kematian yang berbeda pula, sehingga panjangnya proses seseorang sekarat tergantung pada sel-sel yang kekurangan oksigen ini.

Sedangkan otak memerlukan oksigen dalam jumlah yang besar dan hanya memiliki sedikit oksigen cadangan. Sehingga jika asupan oksigen berkurang maka akan mengakibatkan kematian sel dalam waktu 3-7 menit saja.
Beberapa tanda yang ditunjukkan oleh orang yang sekarat adalah lebih banyak tidur, hal ini untuk menghemat energi yang tinggal tersisa sedikit di tubuh. Ketika energi tersebut hilang, maka seseorang akan kehilangan nafsu untuk makan ataupun minum. Proses menelan pun menjadi sulit dan mulut akan sangat kering, sehingga memaksa orang yang sekarat untuk minum akan membuatnya tersedak.

Selain itu orang yang sekarat akan kehilangan kontrol pada kandung kemih dan ususnya, sehingga seringkali terlihat mengompol. Orang akan merasa bingung, gelisah dan tidak tenang karena tidak dapat bernapas dengan teratur.
Ketika sel-sel di dalam tubuh mulai kehilangan sambungan, maka akan mengalami kejang otot.

Kematian akan semakin mendekat jika kaki dan tangan terasa dingin dan mulai sedikit membiru akibat terhentinya aliran darah ke daerah tersebut. Tapi lama-kelamaan akan semakin menyebar ke bagian tubuh atas seperti lengan, bibir dan kuku. Selain itu orang menjadi tidak responsif, meskipun matanya terbuka tapi memiliki tatapan mata kosong atau tidak melihat sekelilingnya.

Setelah itu pernapasan akan terhenti sama sekali dan diikuti oleh berhentinya kerja jantung, maka secara klinis orang tersebut sudah mati karena tidak ada sirkulasi dan cadangan oksigen untuk bisa mencapai sel-sel di tubuh. Namun kematian klinis bisa dikembalikan melalui proses CPR (napas bantuan), transfusi atau ventilator. Tapi jika 4-6 menit setelah kematian klinis tidak ada perubahan, maka itu artinya jantung sudah tidak bisa bekerja lagi.

Karena jantung sudah tidak bekerja, maka secara otomatis aliran darah dan oksigen ke seluruh tubuh dan otak juga akan terhenti. Akibat tidak adanya asupan oksigen dan darah ke otak, maka dalam hitungan beberapa detik otak juga akan mati dan disitulah akhir dari perjalanan hidup seorang manusia.




Rabu, 30 Maret 2016

SENJATA RAHASIA BARU RUSIA: WANITA CANTIK DAN VODKA



Oslo – Kepala Badan Intelijen Norwegia (PST), Arne Kristen Haugstoyl, mengungkapkan senjata rahasia sebenarnya yang dimiliki Rusia. Menurutnya, Rusia memiliki dua senjata rahasia, tapi senjata itu bukanlah racun, pistol, jet, kapal selam atau pun bom nuklir.
Arne menyebut, dua senjata rahasia Rusia sebenarnya adalah wanita cantik dan vodka. Dua hal tersebut, menurut Arne adalah dua senjata yang paling sering digunakan Badan Intelijen Rusia (FSB) untuk bisa mengorek informasi dari pejabat asing.
“Wanita cantik Rusia dan vodka adalah dua alat yang paling efektif untuk memanipulasi pejabat tinggi asing dan taipan bisnis,” ucap Arne dalam wawancara dengan media setempat, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (12/11).
“Anda mungkin telah minum banyak alkohol. Hal yang mungkin Anda biasa lakukan dengan teman-teman wanita Anda, dan jika Anda berada dalam situasi di mana yang tidak seharusnya terjadi, mungkin ada tekanan setelahnya, jika hal itu didokumentasikan,” sambung Arne.
Dirinya mengatakan, jebakan wanita cantik dan vodka bukan hanya bisa membelit para pejabat atau pebisnis ketika berkunjung ke Rusia, tapi hal itu bisa terjadi di manapun dan bisa terjadi kapan pun.










Selasa, 29 Maret 2016

JUMLAH SANGAT FANTASTIS SEDEKAH SAHABAT NABI

Dalam hadits tersebut, Rasulullah SAW menghimbau setiap orang untuk tidak mencela sahabat – sahabatnya karena nilai dan juga kualitas sedekah yang telah mereka (sahabat – sahabat Rasulullah SAW) keluarkan. Jika Rasulullah SAW melarang orang lain untuk mencela sahabatnya karena nilai dan kualitas sedekahnya, lantas berapakah nilai sedekah para sahabat Nabi? Dan seberapa berkualitaskah sedekah yang telah dikeluarkan oleh sahabat nabi?

Beberapa Sahabat Nabi yang Suka Bersedekah dengan Nilai dan Kualitas yang Fantastis

Sayidina Abu bakar ash-Shiddiq RA
Dalam sebuah riwayat disebutkan jika ketika Abu Bakar ingin memerdekakan Bilal dari aktivitas perbudakan, majikan atau pun pemilik Bilal pada waktu itu mematok harga Bilal sebesar 9 uqiah emas. Tanpa berpikir sama sekali, dengan ikhlas, Abu Bakar langsung menebus Bilal dengan menggunakan uang pribadinya. Padahal, jika dikonversikan ke dalam rupiah, nilai 9 uqiah emas akan setara dengan 114 juta – an rupiah. Jadi, bisa dinilai sendiri kan seberapa besarnya nilai dan juga kualitas sedekah yang dikeluarkan oleh Sayidina Abu Bakar RA?

Sayidina Umar bin al-Khathab RA
Berbeda dengan Abu Bakar yang menyedekahkan uangnya untuk orang lain, dalam sebuah riwayat dicertikan bahwa Umar bin Khathab telah membuat wasiat bahwa satu per tiga dari keseluruhan harga kekayaan yang ia miliki akan ia sedekahkan untuk kepentingan dakwah umat Islam. Kekayaan Umar bin Khathab sendiri pada waktu itu mencapai angka 40.000 dinar atau pun dirham yang mana jika dikonversi ke dalam mata uang rupiah, nilainya akan setara dengan 612 miliar rupiah. Angka yang sangat fantastis bukan untuk ukuran sedekah?

Sayidina Utsman bin Affan RA
Berbeda lagi dengan dua sahabat Nabi di atas, dalam sebuah riwayat disebutkan jika Utsman bin Affan pernah menyumbangkan 300 unta dan 1000 dinar emas yang dimiliknya untuk kepentingan umat Islam di masa Perang Tabuk. Jika dikonversikan ke dalam mata uang rupiah, nilai 300 ekor unta akan setara dengan 3,6 miliyar rupiah, dan nilai 100 dinar emas akan setara dengan 1,7 miliar rupiah. Nilai sedekah ini kabarnya juga ditambah dengan 30.500.000 dirham perak dan 100.000 dirham emas yang telah diwasiatkannya untuk disedekahkan dalam dakwah Islam ketika ia meninggal. Jika ditotalkan, nilai emas dan perak ini akan setara dengan 7,2 triliun rupiah!!!

Sayidina Abdurrahman bin Auf RA
Sahabat Rasulullah SAW lainnya yang juga suka bersedekah adalah Abdurrahman bin Auf. Dalam sebuah riwayat, disebutkan jika sahabat Nabi yang satu ini pernah mensedekahkan harta kekayaan pribadinya sebesar 200 Uqiah emas untuk umat Islam yang pada waktu itu akan segera bertempur di perang Tabuk. Jika dikonversikan ke dalam mata uang rupiah, nilai 200 uqiah emas ini akan setara dengan 2,5 miliar rupiah

Senin, 28 Maret 2016

EKSPOR UTAMA INDONESIA

1. Industri Tekstil dan Produk Tekstil
Salah satu produk ekspor andalan Indonesia. Industri ini secara teknis dibagi menjadi 3 yaitu: sektor hulu (upstream), sektor menengah (midstream) dan sektor hilir (downstream). Pembuatan serat (fiber) dan pemintal (spinning) terdapat di sektor hulu. Kemudian sektor menengah meliputi bidang pemintalan (spinning), pertenunan (weaving) dan pencelupan/penyempurnaan (dyeing/finishing). Pasar terbesar industri ini adalah Amerika Serikat yang mengalami penurunan nilai ekspor sebanyak 5,22% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Hal ini diakibatkan karena produk Indonesia dianggap kurang kompetitif, terutama di pasar AS dan Eropa lantaran belum adanya free trade agreement. Di tahun 2013, sumbangan terbesar dalam ekspor TPT Indonesia berasal dari ekspor pakaian jadi yang mencapai 60,86%, diikuti oleh ekspor serat dan benang sebesar 36,03% dan ekspor kain sebesar 3,10% dengan Amerika Serikat sebagai negera tujuan ekspor TPT terbesar mencapai 32,29% dari total ekspor TPT Indonesia ke dunia Negara Tujuan Expor : Amerika Serikat, Jepang, Turki, Korea Selatan, Inggris, Uni Emirat Arab, RRT, Brasilia, Malaysia, Belgia, Italia, Belanda, Spanyol, Kanada, Saudi Arabia, Thailand, Prancis, Vietnam, Taiwan.
2. Elektronik
Elektronik Produk berbasis industri manufaktur ini mencatatkan perdagangan pada rentang waktu Januari-Agustus 2015 sebanyak USD 500,704,809 dengan negara tujuan ekspor utama yaitu Singapura. Beberapa komoditi elektronik Indonesia yaitu penerima sinyal untuk televisi dan panel elektronikà Di expor ke :  Singapura, Amerika Serikat, Jepang, Hongkong, RRT, Jerman, Malaysia, Belanda, Korea Selatan, Filipina, Prancis, Thailand, India, Australia, Uni Emirat Arab, Inggris, Taiwan, Vietnam, Belgia, Italia.
3. Karet dan Produk Karet
Karet merupakan bahan baku penting yang memainkan peran utama dalam peradaban modern. Pada abad 19, para ilmuwan menemukan karet yang merupakan polimer isoperna. Rusia dan Jerman membuat terobosan baru dengan berusaha mensintetiskan karet. Namun, produk yang dihasilkan tidak dapat bersaing dengan karet alam. Awal mula dari usaha untuk mensintesiskan karet inilah yang menjadi cikal bakal produk sintesis di seluruh dunia. Pada tahun 2012,Thailand masih menjadi produsen karet alam terbsesar di dunia dengan produksi 3,5 juta ton, disusul Indonesia dengan 3,04 juta ton, Malaysia 950 ribu ton, India 904 ribu ton dan Vietnam 863,6 ribu ton. Pasokan karet alam dunia sebagian besar dipasok dari Asia Tenggara, yaitu dari Thailand, Indonesia, Malaysia dan Vietnam. Rata-rata konsumsi karet alam dunia dari tahun 2008 sampai 2013 sebesar 2,41% tiap tahunnya. Menurut data International Rubber Study Group (2012) konsumsi karet alam dunia terus mengalami peningkatan disebabkan oleh semakin berkembangnya industri bahan baku karet alam khususnya industri ban di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang dan Jerman. Peningkatan harga minyak bumi di pasar internasional juga mempengaruhi permintaan karet alam karena karet sintesis yang bahan bakunya berasal dari fraksi minyak bumi harganya ikut naik. Karet merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia. Pada tahun 2013, sektor ini menyumbang 4,61% dari total ekspor nonmigas Indonesia yang mencapai USD 149,9 Miliar.Negara Tujuan Expor : Amerika Serikat, Jepang, RRT, Korea Selatan, Singapura, Brasilia, Jerman, Kanada, Belanda, Turki, Prancis, India, Spanyol, Italia, Inggris, Belgia, Taiwan, Rep. Afrika Selatan, Australia, Argentina.
4. Sawit
Kelapa sawit (Elais) termasuk golongan tumbuhan palma. Sawit menjadi popular setelah Revolusi Industri pada akhir abad ke-19 yang menyebabkan permintaan minyak nabati untuk bahan pangan dan industri sabun menjadi tinggi. Pohon kelapa sawit terdiri dari dua spesie Areacaceae atau famili palma yang digunakan untuk pertanian komersil dalam pengeluaran minyak kelapa sawit. Daging dan kulit buahnya mengandung minyak. Minyaknya digunakan sebagai bahan minyak goreng, sabun dan lilin. Ampasnya digunakan untuk makanan ternak, khususnya sebagai salah satu bahan pembuatan makanan ayam. Tempurungnya digunakan sebagai bahan bakar dan arang. Kelapa sawit di Indonesia diperkenalkan pertama kali oleh Kebun Raya pada tahun 1884 dari Mauritius (Afrika). Kelapa sawit di Indonesia baru diusahakan sebagai tanaman komersial pada tahun 1912 dan ekspor minyak sawit pertama dilakukan pada tahun 1919. Berdasarkan data dari Kementrian Pertanian pada tahun 2012, produksi kelapa sawit Indonesia sebesar 17,54 juta ton pada tahun 2008 menjadi 23,52 juta ton pada tahun 2012 dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 7,7% per tahun pada periode 2008-2012. Kelapa sawit yang diproduksi di Indonesia sebagian kecil dikonsumsi di dalam negeri sebagai bahan mentah dalam pembuatan minyak goreng, oleochemical, sabun, margarine, dan sebagian besar lainnya diekspor dalam bentuk minyak sawit atau Crude Palm Oil (CPO) dan minyak inti sawit atau Palm Kernel Oil (PKO). Dari total kelapa sawit yang dihasilkan, menurut Kementrian Keuangan (2011), ekspor CPO pada tahun 2010 sebesar 50%, sementara Crude Palm Kernel Oil (CPKO) mencapai 85% dari total minyak sawit yang dihasilkan oleh Indonesia. Selain Indonesia, negara lain yang menjadi produsen kelapa sawit terbesar di dunia antara lain Malaysia, Thailand, Nigeria dan Colombia. Pada tahun 2011, Indonesia mampu menghasilkan 23.900 ribu ton atau 40,27% dari total produksi minyak sawit dunia sebesar 50.894 ribu ton. Negara Tujuan Expor :Hongkong, India, Vietnam, RRT, Jerman, Singapura, Korea Utara, Italia, Malaysia, Thailand, Spanyol, Taiwan, Jepang, Kamboja, Sri Lanka, Rep. Afrika Selatan, Prancis, Filipina, Amerika Serikat, Meksiko.
5. Produksi Hasil Hutan
Indonesia adalah eksportir kayu tropis terbesar di dunia dengan nilai lebih dari 5 miliar USD per tahun. Industri kayu berkembang dengan cepat dalam beberapa tahun terakhir utamanya karena reformasi kebijakan industri kehutanan dan kayu (seperti larangan eskpor log dan kayu yang digergaji kasar). Indonesia adalah net exporter dari kayu dan produk kayu dan pada tahun 2009 ekspor kayu bernilai 3,27 miliar USD sementara nilai ekspor pulp dan kertas adalah 4,26 miliar USD. Pada tahun 2010, nilai ekspor dari produksi hasil hutan mencapai 9,71 miliar USD. Kontribusi bidang kehutanan untuk ekonomi nasional menunjukkan diperkirakan paling tidak 2,5% dari Produk Domestik Bruto (GDP) tahunan Indonesia. Ekspor kunci dari industri ini termasuk barang olahan seperti kayu lapis, bubur kayu (pulp) dan kertas, proses pembentukan dan penyambungan kayu, mebel, kayu gergaji dan veneer. Tiongkok adalah pasar besar untuk pulp dengan jumlah impor lebih dari 1 juta ton per tahun. Industri kertas dan pulp di Indonesia dimiliki oleh konglomerat besar sedangkan kebanyakan industri mebel dimiliki oleh pengusaha kecil dan menengah (small and medium-sized enterprises/SMEs). Negara Tujuan Expor : India, RRT, Malaysia, Bangladesh, Belanda, Mesir, Singapura, Italia, Spanyol, Ukraina, Iran, Rusia, Pakistan, Jerman, Tanzania, Brasilia, Rep. Afrika Selatan, Vietnam, Myanmar, Kenya.
6. Alas Kaki
Alas kaki mencakup penutup luar untuk kaki untuk perlindungan, mode dan olahraga. Indonesia memiliki sektor alas kaki penting yang memproduksi dan mengekspor sepatu danboot untuk beragam keperluan. Sektor alas kaki meliputi beragam produk, umumnya diklasifikasikan menurut bahan bakunya, sepeti kulit, tekstil, plastik, karet, dan gabus. Alas kaki juga diklasifikasi menurut penggunaan akhirnya untuk olah raga, kasual, formal, atau pelindung kaki. Contoh jenis alas kaki termasuk sepatu lari, sepatu bot untuk memanjat gunung, hak tinggi stiletto, sandal, bakiak, sandal jepit dan selop. Indonesia memproduksi banyak ragam alas kaki. Tingkat produksi domestik diperkirakan mencapai lebih dari 135 juta pasang dengan jumlah pekerja manufaktur alas kaki lebih dari 450 ribu orang. Nilai ekspornya terus tumbuh dari USD 1.7 miliar  pada 2009 menjadi USD 3.86 miliar pada 2013 lalu. Segmen utama ekspor yang adalah produk jadi juga menunjukkan kemampuan produksi Indonesia. Termasuk dalam ekspor ini adalah jenis-jenis seperti sepatu kasual, sepatu resmi, sepatu olahraga dan bahkan sepatu boot. Adapun tujuan ekspor utamanya adalah Amerika Serikat, Uni Eropa dan Jepang. à Jepang, RRT, Amerika Selatan, Korea Selatan, Australia, Malaysia, Taiwan, Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, India, Jerman, Belanda Inggris, Vietnam, Singapura, Belgia, Italia, Prancis, Bangladesh, Thailand.
7. Otomotif
Industri otomotif merupakan salah satu industri yang prospektif, yhang pada gilirannya akan meningkatkan kontribusi pada nilai ekspor dan pertumbuhan ekonomi. Perkembangan industri otomotif nasional dirangsang oleh kebijakan pemerintah yang mengatur sektor ini, serta kemajuan teknologi dan kondisi ekonomi yang berlaku. Industri otomotif Indonesia secara keseluruhan telah mengekspor produk otomotif mulai dari motor, mobil dan berbagai komponen ke berbagai negara. Tahun 2013, ekspor produk otomotif secara keseluruhan nilainya tercatat mencapai USD 4.6 miliar. Angka produksi dan penjualan kendaraan bermotor tentunya menjadi cerminan potensi pasar suku cadang, aksesoris dan perlengkapan mobil dan motor. Industri otomotif di  Indonesia, disamping memproduksi mobil dan suku cadang kendaraan bermotor untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri, juga dipasarkan ke pasar internasional, baik untuk kebutuhan pasar suku cadang pengganti (replacement market/REM) maupun OEM. Amerika Serikat merupakan negara pengimpor terbesar selama periode 2009-2013 dengan total USD 240.47 miliar. Negara Tujuan : Amerika Serikat, Belgia, Jerman, Inggris, Belanda, Italia, Jepang, Meksiko, Prancis, Brasilia, RRT, Denmark, Panama, Korea Selatan, Singapura, Spanyol, Australia, Rusia, Chili, Rep. Afrika Selatan.
8. Udang
Udang adalah produk yang diperoleh dari spesies familia berikut: (a) Penaeidae (b) Pandalidae (c) Crangonidae (d) Palaemonidae. Untuk ekspor, udang umumnya diproduksi melalui budidaya air atau akuakultur. Selain itu, juga dikenal sebutan udang perairan dingin udang perairan hangat yang merujuk pada daerah tangkapan udang laut (perairan daerah sub tropis dan mendekati kutub sebagai perairan dingin dan daerah tropis sebagai perairan hangat). Karena istilah shrimp dan prawn digunakan secara luas di industri untuk satu spesies yang sama, hal ini dapat menimbulkan kerancuan. Istilah prawn danshrimp sering digunakan dalam perdagangan ikan untuk membedakan udang yang besar (udang galah) dan kecil (udang). Warna yang kadang digunakan sebagai panduan penamaan juga membingungkan. Udang merah disebut udang galah dan udang coklat disebut udang. Diantara produk perikanan Indonesia, kontribusi udang dalam pendapatan devisa negara adalah yang terbesar. Adapun total ekspor udang Indonesia pada tahun 2011 diperkirakan mencapai 150,000 MT dengan nilai total USD 1.2 miliar.Negara Tujuan Expor : Thailand, Jepang, Saudi Arabia, Filipina, Malaysia, Singapura, Uni Emirat Arab, Rep.Afrika Selatan, Brasilia, Vietnam, RRT, Meksiko, Oman, Kamerun, Taiwan, Inggris, Myanmar, Jerman, India, Kuwait.
9. Kakao
Biji cokelat atau biji kakao merupakan biji Theobroma cacao berlemak yang telah dikeringkan dan difermentasi, yang diekstrak untuk menghasilkan cokelat padat (cocoa solids) dan lemak kakao (cocoa butter). Kedua hasil ekstrak tersebut merupakan bahan-bahan dasar pembuatan cokelat, serta sejumlah produk makanan lainnya.Kakao memberikan kontribusi yang besar bagi perekonomian Indonesia. Indonesia memliki sejumlah Standar Nasional (SNI) terkait dengan Kakao, beberapa diantaranya:  Biji kakao(SNI 2323-2008 diamandemen oleh SNI 2323-2008/ Amd1:2010), kakao bubuk (SNI 3747-2009), lemak kakao (SNI 3748-2009) dan kakao massa/padat (SNI 3749-2009). Diantara standar tersebut, standar kakao bubuk merupakan suatu keharusan (SNI wajib) dan mencakup standar kualitas spesifik, metode pengambilan sampel dan pengujian, kebersihan produk, pengemasan dan pelabelan. Jumlah produksi kakao pada 2014 mencapai 700 ribu ton dengan nilai ekspor sebesar USD 1.224,5 Miliar ,Negara Tujuan -  Amerika Serikat, Jepang, RRT, Inggris, Belgia, Hongkong, Vietnam, Singapura, Prancis, Kanada, Australia, Malaysia, Taiwan, Rusia, Belanda, Italia, Jerman, Korea Selatan, Denmark.
10. Kopi
Kopi merupakan sebuah komoditas tingkat dunia yang dianggap penting. Berdasarkan data International Coffee Organization (ICO), tiga besar eksportir kopi dunia adalah Brazil, Vietnam dan Indonesia. Sedangkan untuk pengimpor terbesar adalah Amerika Serikat, Jerman dan Jepang. Jika dilihat berdasarkan kawasan, maka Eropa adalah pengimpor terbesar kopi dunia. Sayangnya, hampir keseluruhan kopi yang diekspor dari Vietnam dan Indonesia adalah kopi Robusta yang lebih rendah kualitasnya, sehingga kurang diminati negara-negara pengimpor kopi terbesar di dunia itu. Ini berbeda dari kopi dari Brazil yang memang terkenal dengan kualitas yang tinggi. Tak heran, menurut dataICO April 2013, jika ekspor kopi Indonesia dan Vietnam digabung (yakni 12.730.000 karung + 22.000.000 karung) belum bisa menyaingi ekspor Brazil yang mencapai 50.826.000 karung.Negara Tujuan Expor : Malaysia, Amerika Serikat, Singapura, Korea Utara, Spanyol, Jerman, Prancis, Belanda, Inggris, Australia, Filipina, India, Kanada, Thailand, Jepang, Brasilia, Uni Emirat Arab, Estonia, Rusia, Selandia Baru.

Jumat, 25 Maret 2016

IRAN PERINGKAT 4 DUNIA DI BIDANG TEKNOLOGI NANO



Kini, teknologi nano di negara-negara sedang berkembang menjadi sebuah peran strategis de ngan tujuan mencapai kesejahteraan dan kemajuan. Sebagaimana disinggung pada acara sebe lumnya, Iran mencapai kemajuan luar biasa di bidang teknologi nano.

Keberhasilan di bidang teknologi nano merupakan peluang besar bagi negara-negara sedang ber kembang seperti Iran untuk mengejar ketertinggalan di bidang pengembangan sains dan tekno logi dari negara-negara maju. Sekaligus meningkatkan daya saing produk-produk industrinya di pasar dunia.

Tingkat kemajuan Iran di bidang teknologi nano menunjukkan bahwa negara ini bukan hanya tidak ketinggalan di bidang teknologi nano, bahkan mampu bersaing dengan negara-negara maju. Berdasarkan program 20 tahun sains dan teknologi Iran, negara ini berupaya menjadi 15 negara dunia terunggul di bidang teknologi nano. Saat ini, Iran di bidang produksi teknologi nano berada di posisi yang cukup mapan. Betapa tidak, Iran menduduki posisi pertama di kawasan dan di antara negara-negara Islam. Selain itu, Iran meraih posisi keempat di dunia di bidang pengembangan teknologi nano. Bahkan diprediksi, Iran akan meraih posisi lebih strategis dan mapan di bidang perdagangan produk teknologi nano hingga tahun 2025.

Salah satu bidang studi teknologi nano adalah nano farmasi mengenai produksi obat-obatan dengan menggunakan teknologi nano. Kali ini kita akan membahas produksi Iran di bidang nano farmasi. Selama satu dekade terakhir, Iran secara resmi memulai aktivitas penelitian dan pengujian di bidang teknologi nano, dan saat ini para pakar Iran berhasil mencapai kemajuan besar di bidang produksi nano. Contohnya adalah produksi nano pipa karbon, produksi material magnetis dan nano bakterial.

Di bidang produksi obat, para pakar dari Universitas Shahid Behesti Tehran berhasil memproduksi obat Interferon Gamma-1 dengan menggunakan teknologi nano. Obat baru yang masuk ke pasar tahun lalu ini digunakan untuk mengobati penyakit kelainan genetik dan korban senjata kimia. Setelah AS dan Jerman, Iran adalah negara ketiga yang mampu memproduksi obat ini dan menjualnya ke pasar.

Pada Mei tahun lalu, sejumlah peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Shahid Behesti, untuk pertama kalinya di dunia berhasil menemukan dan menguji nano atom untuk memperbaiki anggota badan yang terluka seperti sumsum tulang belakang. Kesuksesan lainnya peneliti Iran di bidang teknologi nano medis adalah memproduksi hati buatan dengan menggunakan rekayasa serat nano. Dengan metode yang sama, Iran juga berhasil memproduksi dan menguji coba pembuluh darah buatan.

Tahun lalu, Iran berhasil menelorkan berbagai inovasi baru di bidang sains kedokteran. Para peneliti Iran berhasil membuat serat nano yang berguna dalam operasi syaraf dan memperbaiki sel-sel sensor badan. Metode ini memungkinkan produksi syaraf buatan dan sistem biologis kecil dan sensor kimia cerdas. Dengan kemajuan besar ini bisa dihasilkan berbagai produk dengan karakteristik khusus pula.

Tidak hanya itu, para pakar Iran bekerjasama dengan peneliti Universitas Minnesota Amerika Serikat berhasil membuat produk yang bisa mentransfer gen dengan menggunakan teknologi nano. Saat ini, salah satu tantangan utama industri farmasi di bidang terapi gen adalah menemukan produk yang efektif untuk mentransfer materi genetik ke sel, sehingga dengan menggunakan obat, materi genetik bisa ditransfer secara efektif dan tanpa membahayakan bagian dalam sel-sel.

Selain itu, para peneliti Iran juga melakukan berbagai penelitian mengenai industri farmasi dengan menggunakan teknologi nano untuk mengobati berbagai penyakit berbahaya seperti kanker. Para peneliti Iran, dengan bantuan nano atom merupakan contoh dari sistem nano yang terbukti mampu meminimalisir penyebaran tumor kanker dan mengobatinya. Program ini bertujuan memproduksi obat dengan khasiat menghentikan aktivitas sel-sel kanker dan meminimalisasi efek sampingnya.

Hasil keberhasilan lain yang dicapai peneliti Iran dilakukan para peneliti dari universitas Tekno logi Isfahan terhadap obat Amoxicillin menunjukkan bahwa penggunaan nano pipa karbon dan nano atom bisa meningkatkan kinerja sensor elektrokimia yang ada pada komposisi obat ini hing ga 100 persen.

Keberhasilan lainnya, empat obat baru buatan anak bangsa Iran meliputi factor 7 formulasi baru, factor 8 formulasi baru, obat anti kanker triptorelin dan obat anti asma salmeterol dipamerkan di akhir tahun 2010. Factor 7 formula baru hingga kini hanya diproduksi oleh satu negara di luar Iran. Adapun factor 8 formulasi baru hanya diproduksi oleh tiga negara dunia.

Saat ini Iran termasuk salah satu negara yang memproduksi obat bioteknologi dan menempati peringkat keempat di Asia dan negara pertama di kawasan Mediterania Timur dalam produksi obat-obatan tersebut. Keberhasilan para peneliti Iran di bidang teknologi nano merupakan bagian dari industri dan produksi industri yang mengalami kemajuan menakjubkan. Contohnya, produksi kaca cerdas dengan menggunakan teknologi nano. Produk ini diproduksi dengan bantuan para peneliti Universitas Teknologi Amir Kabir yang memiliki karakteristik khusus dengan berbagai aplikasi teknologi.

Salah satu potensi kaca cerdas (smart glass) memiliki karakteristik mengubah tingkat transparansi dan warnanya yang bisa dikontrol tingkat ketajaman warna. Dengan menggunakan teknologi nano bisa mencegah masuknya sinar ultraviolet yang menganggu dan merusak tubuh maupun barang lainnya. Kemajuan ini merupakan bagian dari keberhasilan Iran di bidang praktis yang kian membuktikan kemampuannya di bidang sains dan teknologi.

Berdasarkan informasi pusat Internasional Sciences Institute (ISI), posisi Iran di bidang produksi pengetahuan di dunia naik dari urutan ke-19 pada tahun 2000 hingga 2004, menjadi posisi naik diurutan ke-16 pada tahun 2005 hingga 2009. Pada tahun 2010 posisi itu terus meningkat dari sebelumnya.

Berdasarkan laporan ISI, perkembangan ilmu pengetahuan di Iran berkembang pesat. Berdasarkan laporan salah satu lembaga paling kredibel di bidang penilaian mengenai perkembangan ilmu pengetahuan ini, di akhir tahun 2009 Iran memecahkan rekor baru dalam produksi ilmu pengetahuan. Para peneliti Iran menembus produksi sebuah dokumen ilmiah dunia menjadi produsen terbesar di dunia. Menariknya, kemajuan ini terjadi di saat Iran berada dalam tekanan sanksi ekonomi dan politik Barat. Para ahli Iran yakin kepada Allah Swt dan begitu percaya kepada kemampuan diri bangsanya sendiri.(IRIB/PH)