Tampilkan postingan dengan label EKONOMI ISLAM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label EKONOMI ISLAM. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Agustus 2012

PERKULIAHAN KARYAWAN: S1 EKONOMI DAN S2 EKONOMI ISLAM, BIAYA TERJANGKAU. HUBUNGI: 085814342841


                        Gedung tempat kuliah S1 dan S2 (Hubungi: 085814342841)

IRAN SIAP EKSPOR TEKNOLOGI MILITER KE NEGARA LAIN

Pejabat militer Iran, Brigadir Jenderal Hossein Valivand, mengkonfirmasikan kesiapan Republik Islam mengekspor teknologi militernya kepada negara sahabat dan sekutunya. Dalam wawancaranya dengan IRNA, Valivand menyebutkan Iran siap transfer teknologi militer.
"Salah satu prestasi terbesar dan paling penting Fakultas Komando Militer dan Staf Umum Iran (DAFOS AJA) adalah ilmu militer dan taktis di dalam negeri Iran," kata Valivand.
DAFOS saat ini fokus mengubah studinya dari teks-teks Barat beralih ke materi lokal. Kurikulum Fakultas DAFOS disusun berdasarkan pengalaman dari perang delapan tahun Iran melawan agresi rezim Baath Irak. Berbagai operasi militer di wilayah selama tiga dekade terakhir juga menjadi bahan rujukan kurikulum.
Dalam beberapa tahun terakhir, klaim Valivand, Iran telah mencapai prestasi besar di bidang pertahanan. Bahkan, Iran meraih swasembada dalam produksi perangkat keras militer penting dan sistem pertahanan.
Meski demikian, Republik Islam berulang kali menekankan kepada semua pihak bahwa kekuatan militernya bukan merupakan ancaman bagi negara-negara lain. Hal ini mengingat doktrin pertahanan Republik Islam Iran berdasarkan pada asas pencegahan. (Sumber: Republika.com)

Minggu, 05 Agustus 2012

PERKULIAHAN KARYAWAN: S1 DAN S2, BIAYA TERJANGKAU

                         Gedung tempat kuliah S1 dan S2 untuk karyawan yang super sibuk
                                                   (Hubungi: 085814342841)

Singapura pesan senjata dari Indonesia!

Gelar komponen alat utama sistem senjata (alutsista) yang dilakukan di PT Pindad, beberapa tahun lalu, memang cukup mencengangkan. Ternyata, produksi dari pabrik senjata dalam negeri ini tidak kalah berkualitas dibanding luar negeri. Dari pameran tersebut terlihat gelaran jenis alutsista dari terkecil hingga panser. Granat nanas hingga gas air mata juga dipamerkan ikut menyambut kedatangan Wakil Presiden Jusuf Kalla (pada masa itu). Peluru berjenis kaliber, senjata SS-2, senjata Tank ME105, roda rantai tank baja, hingga Ranpur S6x6 membuat mata para rombongan terkesima.
Staf Pengembangan Produksi untuk Grafik Desain PT Pindad, Dede Tasiri kepada mengatakan, produksi SS-2 adalah yang menjadi idola. Selain 6.000 unit telah dipesan TNI AD pada tahun lalu, SS-2 juga produk langganan negara-negara Afrika seperti Zimbabwe, Mozambik, dan Nigeria.
“Kapasitas Pindad untuk SS-2 adalah 3.000 unit per tahun. Thailand dan Singapura juga kerap memesan jenis senjata ini,” ujar Dede bangga.
Menurutnya, 70 persen pasokan senjata milik TNI adalah produksi Pindad. Sedangkan, 30 persen lainnya disupport dari luar negeri. Untuk komponen material bahan dasar senjata, Pindad memang masih menggunakan impor dari Eropa terutama Jerman. “Kebanyakan material yang digunakan dari Jerman sangat berkualitas. Sebab, dari dalam negeri belum memadai,” tutup Dede lagi. (sumber: okezone).