Tampilkan postingan dengan label KULIAH KARYAWAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KULIAH KARYAWAN. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Agustus 2012

PERKULIAHAN KARYAWAN: S1 DAN S2, BIAYA TERJANGKAU. HUBUNGI: 085814342841


  
                                                   Gedung tempat kuliah S1 dan S2
                                                      (Hubungi: 085814342841)


 
Leonardo DiCaprio, aktor berpenghasilan Rp 652 milyar sekali main film..!

Tak bisa dimungkiri jika nama besar Leonardo DiCaprio dan Johnny Depp mampu memengaruhi kesuksesan film-film yang mereka bintangi. Terbukti, kedua aktor tampan itu kerap menjadi incaran para studio besar Hollywood untuk membintangi film-film besar yang mereka produksi.
Jika sudah begitu, maka fulus pun mengalir deras ke kantong mereka. Nah, bicara soal honor tertinggi, tahun ini predikat aktor yang paling kaya raya dipegang aktor DiCaprio. Bintang film The Titanic ini menjadi aktor dengan penghasilan terbesar di Hollywood. Ia mengalahkan Depp yang tahun lalu menduduki posisi teratas menurut Forbes.com.
Loncatan besar itu dicapai DiCaprio. Tahun lalu, ia hanya menduduki urutan kelima. Namun kini, ia langsung menyodok ke posisi teratas sekaligus menyingkirkan posisi Depp, yang harus puas berada di urutan kedua pada tahun ini. DiCaprio berhasil mengumpulkan fulus hingga 77 juta dollar AS (setara Rp 652 miliar), sedangkan Depp 50 juta dollar AS (setara Rp 466 miliar).
Pada tahun 2010, DiCaprio menggebrak Hollywood dengan dua film suksesnya, seperti Shutter Island dan Inception. Jika pengumpulan dari kedua film itu digabungkan, maka hasilnya 1,2 miliar dollar AS (setara Rp 10 triliun).
Adapun Depp sukses dengan keempat film Pirates of the Caribbean yang dalam peredaran globalnya telah menghasilkan 3,7 miliar dollar AS (setara Rp 31 triliun).
Di posisi ketiga, ada komedian Adam Sandler yang tahun ini memperoleh 40 juta dollar AS (setara Rp 339 miliar). Sementara itu, bintang laga Will Smith berada di posisi keempat pada tahun ini dengan perolehan 36 juta dollar AS (setara Rp 305 miliar).
Posisi kelima ditempati aktor peraih dua piala Oscar, Tom Hanks, dengan meraih penghasilan sebesar 35 juta dollar AS (setara Rp 296 miliar). Tahun ini Hanks membintangi film yang kurang sukses di box office bersama Julia Roberts, berjudul Larry Crowne.
Proyek selanjutnya, ia akan membintangi film Extremely Loud and Incredibly Close bersama aktris peraih Oscar, Sandra Bullock. (Sumber: www.kompas.com)


Minggu, 05 Agustus 2012

PERKULIAHAN KARYAWAN: S1 DAN S2, BIAYA TERJANGKAU

                         Gedung tempat kuliah S1 dan S2 untuk karyawan yang super sibuk
                                                   (Hubungi: 085814342841)

Singapura pesan senjata dari Indonesia!

Gelar komponen alat utama sistem senjata (alutsista) yang dilakukan di PT Pindad, beberapa tahun lalu, memang cukup mencengangkan. Ternyata, produksi dari pabrik senjata dalam negeri ini tidak kalah berkualitas dibanding luar negeri. Dari pameran tersebut terlihat gelaran jenis alutsista dari terkecil hingga panser. Granat nanas hingga gas air mata juga dipamerkan ikut menyambut kedatangan Wakil Presiden Jusuf Kalla (pada masa itu). Peluru berjenis kaliber, senjata SS-2, senjata Tank ME105, roda rantai tank baja, hingga Ranpur S6x6 membuat mata para rombongan terkesima.
Staf Pengembangan Produksi untuk Grafik Desain PT Pindad, Dede Tasiri kepada mengatakan, produksi SS-2 adalah yang menjadi idola. Selain 6.000 unit telah dipesan TNI AD pada tahun lalu, SS-2 juga produk langganan negara-negara Afrika seperti Zimbabwe, Mozambik, dan Nigeria.
“Kapasitas Pindad untuk SS-2 adalah 3.000 unit per tahun. Thailand dan Singapura juga kerap memesan jenis senjata ini,” ujar Dede bangga.
Menurutnya, 70 persen pasokan senjata milik TNI adalah produksi Pindad. Sedangkan, 30 persen lainnya disupport dari luar negeri. Untuk komponen material bahan dasar senjata, Pindad memang masih menggunakan impor dari Eropa terutama Jerman. “Kebanyakan material yang digunakan dari Jerman sangat berkualitas. Sebab, dari dalam negeri belum memadai,” tutup Dede lagi. (sumber: okezone).