(Hubungi: 085814342841)
Singapura
pesan senjata dari Indonesia!
Gelar komponen alat utama sistem senjata (alutsista) yang dilakukan di PT
Pindad, beberapa tahun lalu, memang cukup mencengangkan. Ternyata, produksi dari pabrik senjata dalam
negeri ini tidak kalah berkualitas dibanding luar negeri. Dari pameran tersebut terlihat gelaran jenis alutsista dari terkecil
hingga panser. Granat
nanas hingga gas air mata juga dipamerkan ikut menyambut kedatangan Wakil
Presiden Jusuf Kalla (pada masa itu). Peluru berjenis kaliber, senjata SS-2, senjata Tank
ME105, roda rantai tank baja, hingga Ranpur S6x6 membuat mata para rombongan
terkesima.
Staf
Pengembangan Produksi untuk Grafik Desain PT Pindad, Dede Tasiri kepada
mengatakan, produksi SS-2 adalah yang menjadi idola. Selain 6.000 unit telah
dipesan TNI AD pada tahun lalu, SS-2 juga produk langganan negara-negara Afrika
seperti Zimbabwe, Mozambik, dan Nigeria.
“Kapasitas
Pindad untuk SS-2 adalah 3.000 unit per tahun. Thailand dan Singapura juga
kerap memesan jenis senjata ini,” ujar Dede bangga.
Menurutnya,
70 persen pasokan senjata milik TNI adalah produksi Pindad. Sedangkan, 30
persen lainnya disupport dari luar negeri. Untuk komponen material bahan dasar
senjata, Pindad memang masih menggunakan impor dari Eropa terutama Jerman.
“Kebanyakan material yang digunakan dari Jerman sangat berkualitas. Sebab, dari
dalam negeri belum memadai,” tutup Dede lagi. (sumber: okezone).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar